Laporan Mingguan 1: TIPE DATA, OPERATOR DAN EKSPRESI

LAPORAN MINGGUAN

PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN I

 

PERTEMUAN 1

TIPE DATA, OPERATOR DAN EKSPRESI

 

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA

2015

BAB I

DASAR TEORI

  • Tipe Data

Tipe dasar adalah tipe yang dapat langsung dipakai. Yang termasuk tipe dasar adalah bilangan logik, bilangan bulat, karakter, bilangan riil, dan string. Untuk bilangan lojik dan bilangan bulat disebut juga tipe ordinal karena setiap konstanta nilainya dapat ditransformasikan ke suatu nilai integer.

  1. Bilangan Logik
    1. Nama tipe bilangan ini adalah Boolean
    2. Ranah nilai boolean adalah true dan false
    3. Operator yang digunakan not, and, or, dan xor

Contoh :

A B A not B A and B A or B A xor B

True True False True True False

True False True False True True

False True True False True True

False False True True False False

  1. Bilangan Bulat
    1. Nama tipe Integer
    2. Ranah Nilai. Secara teoritis bilangan bulat tidak mempunyai batasan untuk nilai. Tetapi pada dunia pemograman, ranah nilai bilangan bulat mempunyai batasan. Hal tersebut dimaksudkan untuk penghematan alokasi memori. Berikut rentang nilai pada Pascal dan

Setiap bilangan bulat mempunyai keturunan, atau dengan kata lain sebuah bilangan bulat mempunyai nilai sembarangan (predecessor) dan nilai sesudahnya (successor). Misalnya : Nilai 8 memiliki predecessor 7 dan successor 9.

  1. Konstanta untuk bilangan bulat tidak boleh mengandung titik decimal
  • Operator

Operator Penugasan (Assignment Operator)

Operator penugasan dalam bahasa C++ berupa tanda sama dengan (“=”)

contoh : nilai = 80; A = x * y;

  1. Operator Aritmatika

Bahasa C++ menyediakan lima operator aritmatika, yaitu :

Tabel 1.1. Operator Matematika

Operator Arti
* Perkalian
/ Pembagian
+ Penjumlahan
Pengurangan
% Sisa Pembagian
  1. Operator Hubungan

Operator hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand. Bahasa C++ menyediakan 6 operator hubungan, yaitu :

Tabel 1.2. Operator Hubungan

Operator Arti Contoh
< Kurang dari x < y : Apakah x kurang dari y
<= Kurang dari sama dengan x <= y : Apakah x kurang dari sama dengan y
> Lebih dari x > y : Apakah x lebih dari y
>= Lebih dari sama dengan x >= y : Apakah x lebih dari sama dengan y
== Sama dengan x == y : Apakah x sama dengan y
!= Tidak sama dengan x != y : Apakah x tidak sama dengan y
  1. Opeator Logika

Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator – operator hubungan. Operator logika ada tiga macam, yaitu :

Tabel 1.3. Operator Logika

Operator Arti
&& Logika AND
|| Logika OR
! Logika NOT
  1. Operator Bitwise

Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit – bit dari nilai data yang ada di memori. Operator bitwise dalam bahasa C++ ada 6, yaitu :

Tabel 1.4. Operator Bitwise

Operator Arti
<< Pergeseran bit ke kiri
>> Pergeseran bit ke kanan
& Bitwise AND
^ Bitwise XOR (Exclusive OR)
| Bitwise OR
Bitwise NOT

 

 

  1. Operator Unary

Operator unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam bahasa C++ terdapat beberapa operator unary, yaitu :

Tabel 1.5. Operator Unary

Operator Arti Letak Contoh Equivalen
Unary minus Sebelum operator A + -B * C A + (-B) * C
++ Peningkatan dengan penambahan nilai 1 Sebelum dan sesudah A++ A = A + 1
– – Penurunan dengan pengurangan nilai 1 Sebelum dan sesudah A– A = A – 1
Sizeof Ukuran dari operand dalam Byte (ukuran tipe data Sebelum sizeof (I)
! Unary NOT Sebelum !A
~ Bitwise NOT Sebelum ~A
& Menghasilkan alamat memori operand Sebelum &A
* Menghasilkan nilai dari Pointer Sebelum *A

 

  • Ekspresi

Semua yang mengevaluasi atau menghasilkan suatu nilai disebut dengan ekspresi. Sebuah ekspresi harus mengembalikan (menghasilkan) sebuah nilai. Maka ketika ada statement : 3+2; akan mengembalikan (menghasilkan) sebuah nilai, yaitu 5; maka statement tersebut merupakan sebbuah ekspresi. Semua ekspresi merupakan statement.

BAB II

ISI DAN PEMBAHASAN

  • Listing Program

Berikut adalah contoh penggunaan operator dan juga penulisan ekspresi pada suatu pemrograman

  1. Modul 2.6. Contoh Penulisan Ekspresi
#include <iostream>
 
using namespace std;
int main ()
{
      int a=0, b=0, x=0, y=35;
      cout<<“a : “<<a<<“\nb : “<<b;
      cout<<“\nx : “<<x<<“\ny : “<<y;
      a=9; b=7;
      y=x=a+b;
      cout<<“\na : “<<a<<“\nb : “<<b;
      cout<<“\nx : “<<x<<“\ny : “<<y;
}

Listing Program 2.1. source code Modul 2.6

  1. Menghitung Volume Tabung
#include <iostream>
#define phi 3.14
 
using namespace std;
main()
{
      int r,t;
      float v;
 
      cout<<“Jari2 alas : “;
      cin>>r;
      cout<<“Tinggi tabung : “;
      cin>>t;
      v=phi*r*r*t;
      cout<<“\nVolume: “<<v<<endl;
}

Listing Program 2.2. Menghitung Volume Tabung

  • Pembahasan
  1. Modul 2.6. Contoh Penulisan Ekspresi

Pada program diatas menggunakan ekspresi yang ditandai dengan ‘=’ sebagai hasil dari sebuah operasi. Operator ‘+’ seperti yang dioperasikan diatas membutuhkan tanda ‘=’ sebagai penjabaran suatu variable. Perbedaan variable awal yang berisi nilai tertentu akan dapat memiliki nilai lain dengan menggunakan ‘=’. Meskipun pada variable ‘a’ yang awalnya senilai dengan ‘0’, namun dapat berubah nilai pada perintah selanjutnya yang menandakan nilai ‘a=9’.

Penggunaan ‘int’sebelum kode ‘main’ sebagai penjelas bahwa program yang akan dijalankan bersifat integer secara keseluruhan. Lain halnya ketika hanya digunakan ‘main’ yang menandakan penggunaan umum atau mencakup semua tipe.

Ekspresi yang merupakan evaluasi atau hasil sebuah nilai dijalankan pada program diatas yaitu variable y dan x yang merupakan ekspresi dari penjumlahan variable a dan b. sehingga hasil output yang ditampilkan nilai y dan x sama, nilai a dan b ditampilkan sesuai yang dideklarasikan diatas.

  1. Menghitung Volume

Menghitung tabung menggunakan iostream sebagai library-nya, dan ditambahkan #define phi 3.14 sebagai penentu konstanta. Jenis konstanta yang digunakan dalam program diatas adalah konstanta simbolik. Dengan digunakannya #define pendefinisian konstanta menjadi lebih mudah.

Dalam program menghitung volum tabung diatas menggunakan tipe data integer untuk variable jari-jari lingkaran alas dan tinggi tabung. Sedangkan untuk output volume dengan variable v digunakan tipe data float karena memungkinkan hasil outputnya berupa decimal yang merupakan perkalian integer dengan konstanta phi sebelumnya.

Penggunaan output dan input masih sederhana yaitu menggunakan cin dan cout. Perintah cin yang pertama untuk menginputkan jari-jari tabung, sedangkan input kedua untuk tinggi tabung. Selanjutnya akan diproses dengan rumus yang diekspresikan menggunakan operator perkalian dan sama dengan.

Untuk output sebagai perintah terakhir yaitu hasil dari volume tabung sesuai dengan data yang diinputkan. Dengan variable v yang akan menampilkan data yang sudah diproses sebelumnya oleh operasi sebelumnya. Maka hasilnya akan ditampilkan sebagai output.

  • Output

Berikut adalah output dari listing program yang telah dijelaskan,

  1. Modul 2.6. Contoh Penulisan Ekspresi

modul

Gambar 2.1. Penulisan Ekspresi

2. Menghitung Volme Tabung

volume

Gambar 2.2. Volume Tabung

BAB III

KESIMPULAN

            Dengan dibuatnya laporan ini maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam pembuatan program terdapat susunan yang berbeda-beda dengan tipe dan fungsi masing-masing. Susunan program yang terdiri dari tipe data, operasi, dan ekspresi memiliki aturan-aturan tersendiri dalam penggunaannya. Dalam setiap pembuatan atau pengkodean dibutuhkan tipe data yang sesuai dengan kebutuhan.

Untuk dapat menghitung volum tabung, diperlukan lebih dari satu tipe data agar tidak terjadi kesalahan output. Sedangkan dalam penginputannya juga bisa dibatasi seperti pada program yang telah dibuat pada laporan ini yang mengharuskan input integer dan output bisa berupa integer ataupun float akibat penggunaan konstanta.

Dalam pembuatan program harus diperhatikan peraturan dan kesesuaiannya. Meski tidak terjadi kesalahan atau error, program tersebut mungkin terjadi kesalahan yang diakibatkan human error. Hal tersebut tentu bergantung pada kedisiplinan dan ketelitian dalam pembuatan program tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

[1]          2014<http://cerdastanpabatas22.blogspot.co.id> Oktober 2014 , accessed 6 Oktober 2015.

[2]          2012<http://www.itechsoft.co.id/tipe-operator-dan-ekspresi-dalam-algoritma-pemograman.html> Februari 2012, accessed 6 Oktober 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s